Recent Posts

Bagian-Bagian Multimeter

Bagian-Bagian Multimeter, Skala Multimeter, Cara Menggunakan Multimeter, Multimeter, Batas Ukur, Jarum, Skala, 220 V, 250 V
Bagian-Bagian Multimeter

Bagian-Bagian Multimeter

1. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar di bawah ini.
Bagian-Bagian Multimeter, Skala Multimeter, Cara Menggunakan Multimeter, Multimeter, Batas Ukur, Jarum, Skala, 220 V, 250 V
Bagian-Bagian Multimeter
2. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω), saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus (mili Ampere – mikro Ampere). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV.
3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala).
4. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol.
5. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor.


Prediksi UTS Elektronika silahkan lihat Di sini!

Sumber? Klik Here

PEMANCAR RADIO

Kemajuan teknologi yang begitu pesat terkadang kita tidak menyadari betapa banyak pengetahuan bermanfaat yang ada di dalamnya, sebagai contoh sebuah pesawat yang kita gunakan sehari-hari untuk ber komunikasi seperti HP, TV, RADIO dan lain-lain. Pernahkah kita berpikir bagaimana proses pengiriman suara, gambar, musik yang dalam hanya hitungan detik sudah bisa dinikmati dari jarak yang sangat jauh, tidak hanya dalam satu daerah tapi juga luar daerah bahkan sampai keluar negeri.
Oleh karenanya marilah kita pelajari, sehingga kita tidak hanya sebagai pengguna saja, tetapi kita juga sedikit tahu bagaimana proses itu terjadi.
Di dalam dunia radio kita kenal ada pesawat pemancar dan pesawat penerima. Adapun fungsi pemancar adalah untuk menghasilkan sinyal informasi dan sinyal pembawa menjadi gelombang radio, sedangkan fungsi penerima adalah untuk mengubah gelombang radio menjadi sinyal informasi yang dapat kita dengarkan. Tahukah anda berapa banyak stasiun pemancar yang ada di sekitar anda?
PEMANCAR RADIO
Pada dasarnya pesawat pemancar radio adalah merupakan rangkaian komponen elektronika seperti: resistor, kondensator, transistor,trafo,ic, dan lain lain.(dipelajari lebih lanjut)
BAGIAN BAGIAN PEMANCAR RADIO
1. Bagian Input
Bagian input adalah tempat di mana sumber informasi akan di masukan seperti suara penyiar, gitar, seruling ,piring ,gelas.mangkok yang dipukul, tape recorder,dan lain-lain.
Dan dibagian ini sumber informasi akan dirubah menjadi sinyal infomasi atau dirubah menjadi getaran listrik suara
2.Bagian Penguat AF
Yaitu bagian yang akan menguatkan sinyal informasi dari bagian input
3.Bagian Modullator
Yaitu bagian yang mengolah sinyal informasi dengan frekuensi tinggi (sebagai sinyal pembawa) yang dihasilkan oleh bagian Oscillator.
Pengolahan tersebut akan menghasilkan sinyal modulasi berupa gelombang radio atau gelombang elektromagnetik (gelombang RF).
System Modulasi Pemancar ada 2 macam yaitu:
A. System AM ( Amplitudo Modulasi)
= suatu system yang menghasilkan gelombang radio dengan amplitudonya berubah-ubah sedangkan frekuensinya tetap.
B. System FM ( ( Frekuensi Modulasi)= suatu system yang menghasilkan gelombang radio yang amplitudonya tetap sedangkan frekuensinya berubah-ubah.
4. Bagian Oscilator
Yaitu bagian yang berfungsi sebagai pembangkit getaran listrik frekuensi
Frekuensi tinggi adalah frekuensi yang jumlah getar ranya di atas 2000 Hz (20 K.Hz) sedangkan kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya yaitu 300 000 000 m/detik  (300 000 Km/detik).
5.Bagian Bufer
Yaitu bagian yang berfungsi untuk menguatkan frekuensi yang dihasilkan oleh oscillator dan selanjutnya diteruskan ke bagian modullator.
6, Bagian Penguat RF
Yaitu bagian untuk menguatkan sinyal modulasi/gelombang radio yang selanjutnya diteruskan ke bagian antena untuk dipancarkan ke segala penjuru.



Pemancar Radio (Transmitter)

Pemancar radio adalah suatu pesawat yang dapat mengirimkan informasi atau isyarat melalui udara dengan mengunakan gelombang elektromagnetik. Beberapa contoh radio pemancar yang dikenal pada saat ini diantaranya sebagai berikut.

1. Radio siaran
Radio siaran adalah pemancar yang mengirimkan musik, lagu, informasi berita, dan informasi lainnya.
Macam-macam radio siaran antara lain sebagai berikut.
a) Radio siaran pemerintah
Radio ini digunakan untuk kepentingan umum dan pemerintah misalnya, RRI (Radio Republik Indonesia).
b) Radio siaran non-pemerintah
Radio siaran non-pemerintah terdiri atas sebagai berikut.
1) Radio siaran swasta niaga
Radio ini digunakan untuk hiburan, ataupun keperluan peniagaan (iklan). Di Indonesia, radio siaran swasta niaga tergabung didalam organisasi PRSSNI (Persatuan Radio Swasta Niaga Indonesia).
2) Radio amatir
Radio ini digunakan untuk keperluan percobaan dalam teknik pembuatan pemancar serta saling menukar informasi mengenasi modulasi dan daya pancarnya. Namun sering juga digunakan untuk membantu pemerintah dalam keadaan darurat seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain. Di Indonesia radio amatir ini tergabung dalam organisasi ORARI (Organisasi Radio Amatir Indonesia).
3) Radio antar penduduk
Dalam bahasa Inggris disebut Citizen Band (CB). Radio ini digunakan untuk komunikasi dua arah antar penduduk dan terhubung dalam organisasi RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).

2. Radio navigasi
Radio navigasi adalah pemancar yang digunakan untuk keperluan pelayaran atau penerbangan.

3. Radio kontrol
Radio kontrol adalah pemancar yang digunakan untuk menggerakkan mesin, robot atau mainan. Juga dapat berupa radio pengawas pesawat terbang ataupun pesawat ruang angkasa.

4. Radar (Radio Detection and Ranging)
Radar ialah pemancar yang digunakan untuk mendeteksi benda pada daerah pancarnya dengan cara menerima kembali sinyal yang dipancarkan dan sekaligus dapat menentukan jarak dan koordinatnya.


Sumber? Klik Here

Bagian - bagian Pemancar Radio FM

Radio adalah salah satu alat elektronika yang tersusun atas berbagai macam pemancar, yaitu:

o OSCILATOR

Inti dari sebuah pemancar adalah oscillator pada system komunikasi, oscillator menghasilkan gelombang sinus yang dipakai sebagai sinyal pembawa. Sinyal informasi kemudian ditumpangkan pada sinyal pembawa dengan proses modulasi. Oscillator dengan frekuensi yang dapat dirubah disebut VFO (Variabel Frequency Oscilator). VFO memiliki kelebihan pada deviasi frekuensinya yang lebar yaitu untuk menghasilkan frekuensi 88 MHz -108 MHz. komponen- komponen pada VFO yang mudah terpengaruh oleh suhu menyebabkan VFO memiliki kestabilan yang rendah. VFO yang frekuensinya dapat diubah karena diberi besaran tegangan tertentu pada inputnya disebut VCO (Voltage Controlled Oscilator). Oscillator jenis lain memakai crystal sebagai komponen utama dan penentu frekuensinya. Kestabilan frekuensi dari oscillator kristal dapat digabungkan dengan deviasi frekuensi VFO yang lebar dengan menerapkan oscillator yang terkontrol dengan PLL (Phase Locked Loop). Telah diketahui bahwa sistem kontrol frekuensi yang memanfaatkan sensitivitas deteksi fasa antara sinyal input dan output dari sebuah rangkaian osilasi yang terkontrol. Dengan demikian akan didapatkan frekuensi yang lebar. 


o BOSTER


Parameter – parameter yang perlu diperhatikan pada penguat daya frekuensi radio adalah :
 
1. Bandwith dan faktor kualitas
Tiap kanal dari pemancar FM stereo membutuhkan bandwith 75 KHz. Sedangkan bandwith frekuensi kerja radio FM adalah 20 MHz. Contoh dari penguat dengan faktor kualitas tinggi dan memang didesain berosilasi adalah oscillator. Dengan faktor kualitas penguat yang makin rendah memang akan didapatkan keluaran yang lebih kecil tetapi akan didapatkan kemudahan pada penalaan.
 
2. Penguatan tiap tingkat dan daya input output tiap tingkat
Transistor dengan daya keluaran besar biasanya membutuhkan daya masukan yang besar pula. Tiap transistor mempunyai penguatan. Untuk transistor dengan daya keluaran yang kecil biasanya mempunyai penguatan yang besar. Sebaliknya untuk transistor dengan daya pengeluaran yang besar penguatannya justru mengecil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penguatan dan daya keluaran adalah hal yang saling bertolak belakang.
 
3. Impedansi input dan output tiap tingkat
Pada penguatan daya frekuensi radio impedansi sumber dan impedansi beban tiap tingkat harus sama. Dengan demikian semua daya yang dihasilkan sumber akan diserap seluruhnya oleh beban (terjadi transfer daya maksimal). Keadaan dimana terjadi kesamaan impedansi dinamakan keadaan match. Jika impedansi yang ada belum sama maka impedansi tersebut harus disamakan dengan matching network.

4. Linearitas dan Effisiensi
Linearitas dan efisiensi adalah hal yang bertolak belakang. Dengan linearitas penguat yang tinggi akan didapatkan efisiensi yang rendah. Dan dengan linearitas penguat yang rendah akan didapatkan efisiensi yang tinggi.

o ANTENA

Antena adalah bagian yang paling penting dari sistem pemancar. antena berfungsi sebagai alat yang dapat meradiasikan gelombang radio. Antena berfungsi sebagai bagian yang dapat menangkap radiasi gelombang radio dan memancarkan secara jauh. Antena yang ideal disebut sebagai antena isotropis. Beberapa parameter – parameter pada antena:

1. Polarisasi
Polarisasi dapat dibedakan menjadi Polarisasi vertikal dan Polarisasi horizontal. Antena dikatakan mempunyai Polarisasi vertikal jika antena tersebut diletakkan pada posisi vertikal terhadap bumi. Antena ini akan menghasilkan gelombang radio dengan Polarisasi vertikal juga
 
2. Penguatan antena
Antena adalah komponen yang pasif . penguatan pada antena sebenarnya adalah seberapa banyak antena tersebut meradiasikan gelombang radio ke arah yang diinginkan. Sebagai referensi dapat dipakai antena isotropis dengan penguatan 0 dB
 
3. Pengarahan
antena dapat dibedakan menjadi omnidirectional (segala arah) dan bidirectional (dua arah). Antena omnidirectional dapat dikatakan meradiasikan gelombang radio yang sama kuat ke segala arah.

o INPUT


Input berupa sinyal informasi, sinyal informasi dihasilkan oleh sumber informasi/sumber suara. Sumber suara itu dapat berupa tape recorder, CD Player, MP3 Player/radio. Sinyal merupakan getaran listrik. Sinyal informasi berfrekuensi 20 – 20000 Hz. Berbeda dengan getaran suara yang dapat dilihat, Sinyal tak dapat dilihat/ didengarkan, jika ingin melihat maupun mendengar sinyal maka harus menggunakan alat / pesawat elektronik. Penunjuk pada sinyal adalah indikator, sinyal dapat dimanfaatkan melalui pesawat elektronik, lalu sinyal suara masuk ke mixer untuk diproses ke tahap berikutnya. Fungsi sinyal lainnya yaitu menguatkan frekuensi radio. Adapun terdapat dua macam sinyal, yakni :
1. AF , Sinyal informasi
Pada sinyal ini, getarannya sangat lemah dan jika menempuh jarak semakin jauh maka makin lemah.
 
2. FT, sinyal pembawa
Sinyal ini memiliki frekuensi yang tinggi.

o PENYANGGA (BUFFER)
Penyangga berfungsi untuk menstabilkan frekuensi dan atau amplitudo oscillator akibat dari pembebanan tingkat selanjutnya. Pada bagian penyangga ini banyak digunakan rangkaian penguat kelas A. oscillator yang dilengkapi dengan penyangga disebut exciter. Exciter bisa digunakan sebagai pemancar FM dengan daya yang relatif kecil. Kalau rangkaian exciter bekerja dengan baik, akan didapatkan daya kurang lebih 0,25 Watt.

o MIXER

Mixer (penguat suara) adalah sebuah peralatan elektronika yang berfungsi memadukan (mixing) pengaturan jalur (routing) dan merubah level serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier. Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (publik address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi. Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita mengenalinya dengan sebutan mixer, karena mempunyai fungsi yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian menyeimbangkannya, menjadikannya dua (L – R kalau sterio dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross – over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker. Mixer menerima berbagai sumber suara, bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, dan DAR. Dari sini dapat dengan mudah dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Salah satu syarat terpenting dalam mixer yang baik adalah mempunyai input gain yang juga baik. Pengaturan EQ yang juga baik. Maka dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal terhadap setiap input microphone atau, apapun yang menjadi sumber suaranya. Input gain / input level / trim adalah perangkat yang terdapat dalam mixer, yang mempunyai fungsi untuk menentukan seberapa sensitiv input yang kita inginkan diterima oleh mixer. Bila sinyal lemah maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.

 EQ (Equalizer Section)

Pada saat setiap channel di mixer selalu terdapat EQ. fungsinya sebagai pengatur tone untuk memodifikasikan suara yang masuk pada channel tersebut. EQ melakukan perubahan sound bertujuan:

1. Untuk merubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai.

2. untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah misalnya feed back, dengung, overtune, dll




Cara Kerja Pemancar TV
Di dalam Pemancar TV terdapat dua sinyal yang dipancarkan sekaligus, yaitu sinyal gambar dan sinyal suara. Frekuensi kerja Pemancar TV berada pada spektrum frekuensi VHF (174 - 230 MHz) dan UHF (470 - 806 MHz). Kedua sinyal tersebut dibangkitkan terlebih dahulu di frekuensi antara (IF) dimana sesuai rekomendasi CCIR frekuensi sinyal pembawa gambar telah ditetapkan sebesar 38,9 MHz dan frekuensi sinyal pembawa suara 33,4 MHz. Dari sini kemudian frekuensi kedua sinyal ini digeser ke frekuensi kerjanya sesuai dengan nomor kanal yang dikehendaki. Tentang mekanisme penggeseran frekuensi ini bisa dibaca lebih lanjut dalam artikel Translasi Frekuensi, sedangkan untuk mengetahui lebih detail tentang pembangkitan sinyal gambar dan sinyal suara dapat dibaca dalam artikel Modulator Gambar dan PLL sebagai Modulator FM.
Gambar (1) Diagram Pemancar-TV dengan separate amplifier
Gambar (1) memperlihatkan diagram dari sebuah pemancar TV dimana di dalamnya terdapat dua buah amplifier. Satu amplifier sebagai penguat sinyal gambar dan satu amplifier lagi sebagai penguat sinyal suara. Dua buah RF amplifer di dalam Pemancar TV seperti ini sering disebut dengan Separate Amplifier.
Di era sebelum tahun 90-an satu-satunya RF Amplfier yang mampu menghasilkan daya pancar yang besar hanyalah tabung klystron. Tabung klystron memiliki gain yang sangat besar (40dB), sehingga dengan gain sebesar ini penguat tabung klystron mampu menghasilkan daya pancar hingga 70 kW cukup di-drive dengan sinyal input sebesar 7 watt saja. Di sisi lain penguat driver dengan output 7 watt secara praktis sangat mudah dibuat, sehingga dengan demikian transistor sebagai penguat driver dan tabung klystron sebagai penguat akhir (Po-Amp) menjadi pasangan yang sangat serasi pada jamannya.
Kelemahan dari penguat tabung klystron adalah sifatnya yang kurang linier, sehingga tidak cocok untuk digunakan memperkuat dua sinyal sekaligus (sinyal gambar dan suara). Sebab sifat ketidak-linieran-nya itu akan menyebabkan intermodulasi antar kedua sinyal (saling memodulasi satu sama lain). Itulah sebabnya di masa itu pemancar-pemancar TV berdaya pancar besar, dengan tabung klystron sebagai amplifiernya, selalu menggunakan sistem Separate Amplifier. Penjumlahan sinyal gambar dan sinyal suara kemudian dilakukan di sisi output kedua amplifier.
Dengan semakin membaiknya teknologi komponen, kelinieran amplifier menjadi semakin mudah diperoleh. Maka pemakaian sistem separate amplifier makin lama makin ditinggalkan. Kini pemakaian common amplifier (satu amplifier untuk memperkuat dua sinyal) menjadi lebih populer, karena lebih praktis, lebih sederhana dan lebih murah. Gambar (2) memperlihatkan diagram pemancar TV dengan sistem Common Amplifier.
Gambar (2) Diagram Pemancar-TV dengan common amplifier
Transistor-transistor RF dengan daya output yang besar kini juga semakin banyak tersedia. Selain itu transistor, ketika dioperasikan pada titik kerja yang tepat, akan mampu menghasilkan penguatan yang sangat linier. Selanjutnya, berhubung transistor bekerja pada tegangan yang relatif rendah (48 volt), maka beberapa penguat transistor dapat disusun secara paralel sedemikian rupa sehingga diperoleh penjumlahan arus RF dari masing-masing penguat. Perkalian dari tegangan dan jumlah arus RF ini akan menghasilkan daya RF output yang lebih besar. Susunan penguat transistor dengan daya RF output hingga 20 kW kini sudah banyak tersedia di pasar.
Bila menginginkan daya pancar yang lebih besar lagi maka penguat Tabung Tetroda dan penguat IOT (Inductive Output Tube) menjadi pilihan berikutnya. Penguat Tabung Tetroda misalnya, mampu menghasilkan daya RF output sebesar 30 kW, sedangkan penguat IOT mampu menghasilkan daya output hingga 100 kW. Kedua jenis penguat tabung ini juga dikenal sangat linier sehingga cocok digunakan pada pemancar TV dengan sistem Common Amplifier. Untuk mengetahui lebih rinci tentang keistimewaan kedua penguat ini dapat dibaca lebih lanjut dalam artikel Penguat Tabung dan Penguat IOT.
STANDAR SIARAN TV DI INDONESIA
Pemancar TV di Indonesia mengadopsi sistem PAL-B (VHF) dan PAL-G (UHF) dengan spesifikasi teknik mengikuti rekomendasi ITU-RBT.470-4. Pemerintah Indonesia telah menetapkan suatu standar melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmen) Nomor 76 tahun 2004 tentang “Rencana induk frekuensi radio untuk keperluan siaran televisi analog pada pita UHF”. Di dalam lampiran Kepmen ini diuraikan spesifikasi pemancar TV secara umum sebagai berikut:

A. PEMANCAR GAMBAR
1. Jenis Pancaran : C3F – Negatif
2. Sistem modulasi : AM – Vestegial Side Band (Analog)
3. Jenis Transmisi : Negatif
4. Indeks Modulasi : maksimum 90%
5. Frekuensi Pembawa IF :38,9 MHz
B. PEMANCAR SUARA
1. Jenis Pancaran : F3E
2. Sistem Modulasi : FM (Analog)
3. Simpangan Frekuensi : +/- 50 kHz (maksimum)
4. Pre-Emphasis : 50 µs
5. Frekuensi Pembawa IF : 33,4 MHz
6. Kekuatan / Daya pancar : Min 5% dan Maks 10% dari daya pancar Pemancar Gambar
C. SPEKTRUM FREKUENSI




Refrensi Radio


Sirkuit pesawat radio ada 2 bagian penting yaitu pesawat pemancardan pesawat penerima. fungsi dari pemancar radio ialah sebagai penghasil sinyal informasi dan sinyal pembawa dijadikan gelombang radio, sedangkan fungsi pesawat penerima yaitu untuk mengubah gelombang radio menjadi sinyal informasi yang dapat kita dengarkan. jadi kira kira berapa banyak stasiun pemancar yang ada di sekitar daerah anda saat ini? tentu banyak karena radio kita biasa mempunyai banyak chanel yang ada, bisa di dengar lewat radio kesayangan kita. 
pemancar radio fm
PEMANCAR RADIO
Pada dasarnya pesawat pemancar radio adalah merupakan rangkaian komponen elektronika seperti: resistor, kondensator, transistor,trafo,ic, dan lain lain. bisa kita lihat pada skema gambar berikut ini :

pemancar radio fm rakit
berikut Gambar rangkaian pemancar radio fm sederhana
Rangkaian pada pemancar radio fm diatas merupakan salah satu rangkaian pemancar radio yang cukup sederhana dan mudah dibuat. Jarak pancar yang bisa dijangkau adalah berkisar 2 km. Rangkaian diatas menggunakan transistor dan tidak satupun menggunakan IC sehingga cukup murah untuk dijadikan percobaan. Power supply yang dibutuhkan antara 9 volt sampai dengan 24 volt, pada catu 24 volt rangkaian pemancar ini mencapai daya pancar maksimal.
Prinsip kerja rangkaian pemancar fm ini sebenarnya sama dengan rangkaian pemancar fm pada umumnya. Sinyal input atau sinyal informasi diperkuat terlebih dahulu sebelum dicampur dan dipancarkan. Transistor Q1 dan Q2 berfungsi dalam bidang pengaturan dan penguatan sinyal input. R9 yang terhubung dengan emitor Q2 berguna untuk mengatur nilai gain atau penguatan sinyal input. Transistor Q3 merupakan tempat modulasi berlangsung, dimana sinyal frekuensi tinggi dan sinyal informasi dicampur dengan metode frekuensi modulasi yang kemudian akan dipancarkan oleh antena. Untuk mengatur frekuensi pancaran tergantung pada nilai C9.
rangkaian tersebut tergolong cukup ringan